SWARAPUBLIK – Di antara sisa-sisa kecemasan pascabencana, tawa perlahan kembali terdengar di sudut Pasir Langu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (15/2/2026). Tangan-tangan yang sebelumnya gemetar oleh trauma kini sibuk merangkai kain dan kertas menjadi bunga dan dompet kecil—seolah merajut kembali harapan yang sempat tercerai. Melalui inisiatif IPHI Pancawati bersama Parmusi Jawa Barat, sekitar 30 ibu dan remaja terdampak bencana menemukan ruang aman untuk pulih, berbagi cerita, dan percaya bahwa hari esok masih bisa diperjuangkan.
Bertempat di lingkungan warga Pasir Langu, suasana yang awalnya dipenuhi kisah duka perlahan berubah hangat. Para peserta duduk melingkar, sebagian masih tampak canggung. Namun, senyum mulai merekah ketika MC Kang Fathur membuka acara dengan sapaan ringan dan penuh semangat.
Ketua sekaligus senior IPHI Pancawati, Ibu Hj. Ida, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dan kekuatan mental dalam menghadapi masa pemulihan. Ia mengajak peserta untuk tidak larut dalam kesedihan dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk kembali bangkit.
Sementara itu, Ketua Parmusi Jawa Barat, Harry Maksum, menegaskan komitmen kolaborasi lintas organisasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana secara nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, pemulihan tidak hanya soal bantuan materi, tetapi juga dukungan psikososial agar warga kembali percaya diri dan produktif.
Memasuki sesi pelatihan, suasana semakin hidup. Peserta diajak membuat tempat tisu kreatif, bunga tulip hias, hingga dompet lucu dari bahan sederhana. Tangan-tangan yang sebelumnya gemetar karena trauma kini sibuk menggunting, melipat, dan menempel. Candaan ringan dari fasilitator memancing gelak tawa. Beberapa remaja saling menunjukkan hasil karya mereka dengan wajah berbinar.
Di sela kegiatan, sejumlah peserta mengaku senang bisa kembali berkumpul dan beraktivitas bersama. Selain mengalihkan pikiran dari peristiwa yang dialami, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan tokoh setempat dan warga sekitar yang membantu persiapan tempat hingga pendampingan peserta. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.
IPHI Pancawati dan Parmusi Jawa Barat berharap program serupa dapat terus dilakukan sebagai langkah pemulihan berkelanjutan. Dari pelatihan sederhana itu, tumbuh harapan baru: bahwa luka bisa perlahan sembuh ketika dirawat dengan kepedulian dan kebersamaan.***













